Saturday, May 14, 2011

Ketua Yayasan UMMY Solok Meninggal Dunia

Mantan Walikota (Wako) Solok era 1980 yang juga Ketua Yayasan Universitas Muhammad Yamin (UMY) Solok, Saidani (74), meninggal dunia pukul 20.00 WIB Jumat (13/5) tadi malam di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M. Jamil Padang.

Pria asal Guguak Kabupaten Solok tersebut meninggal disebabkan penyakit jantung yang dideritanya semenjak beberapa waktu terakhir.

Menurut salah seorang tokoh masyarakat Kabupaten Solok, Patris Chan, SH Saidani merupakan sosok yang baik dalam pandangan masyarakat Solok. memiliki metode kepemimpinan yang ramah dan santun.

"Kita sangat merasa kehilangan dengan meninggalnya Bapak Saidani,"kata Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Solok tersebut di Solok, Sabtu (14/5)

Ia mengatakan Saidani memiliki hubungan karib dengan mantan Bupati Solok Gusmal periode 2005-2010.

Ia mengharapkan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan selalu dalam ketenangan, sehingga perjalanan almarhum bisa diterima di sisi yang maha kuasa.

Saturday, May 7, 2011

UMMY Solok Menerima Mahasiswa Baru Tahun Ajaran 2011-2012


Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Kota Solok kembali menerima mahasiswa baru tahun ajaran 2011-2012. UMMY Solok membuka 4 Fakultas: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi dan Fakultas Hukum.

Penerimaan mahasiswa baru UMMY Solok dilakukan dalam 2 gelombang, gelombang 1 dimulai mulai tanggal 20 Juni - 27 Agustus 2011, sedangkan gelombang 2 dimulai mulai tanggal 1-27 September 2011.

Pendaftaran mahasiswa bisa dilakukan dikampus I yang beralamat di Jl,Jend Sudirman No,6 Kota Solok, sedangkan kampus II berlokasi di Jl.Raya kotobaru No.7.

UMMY Solok membuka berbagai jurusan diantaranya: Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Matematika, Pendidikan Biologi, Pendidikan Ekonomi, Ilmu Hukum, Manajemen Informatika, serta pertanian.

UMMY Solok Kembali Berpusat di Koto Baru

Setelah dua tahun tidak berpenghuni, bekas kantor Bupati Solok di Koto Baru kembali dipakai sebagai Kampus Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Solok, Selasa (2/11).
Pemakaian aset milik Pemkab Solok itu, ditandai dengan penyerahan kunci oleh Asisten III Setdakab Solok, Edisar Manti Basa, didampingi Kepala Dinas Pariwisata, Jasman, kepada Rektor UMMY John Hendri, disaksikan dewan pembina Yayasan Mahaputra Muhammad
Yamin UMMY Solok, dosen beserta staf, unsur muspida, dan lembaga mahasiswa BEM/DLM. Hasan Basri selaku dewan pembina mengharapkan kembali kampus UMMY ke Koto Baru diharapkan men jadi suatu titik baru mewujud kan tujuan Tridharma Perguruan Tinggi sesungguhnya.
Ke depan citra UMMY semakin baik dan salah satu perguruan tinggi swasta PTS) yang lebih kompetitif di lingkungan Kopertis Wilayah X.
Hasan Basri berharap, semua persoalan yang telah berlalu mesti dihabisi, tak perlu diungkit-ungkit, sebab itu hanya akan mengundang pro dan kontra.
Sebagaimana persoalan dualisme kepemimpinan di tubuh yayasan dan rektorat di tahun 2006-2008, puncaknya di tahun 2009 aktivitas di kampus Koto Baru ditutup.
“Semenjak saat itu perkuliahan berlangsung di Kampus UMMY di Jalan Sudirman. Untuk memajukan UMMY kedepan, Bupati Solok
Syamsu Rahim memperbolehkan eks kantor Bupati Koto Baru kembali difungsikan sebagai kampus. Lagipula rencana ini dahulunya juga menjadi janji politik Syamsu Rahim, kini janji itu ditebusnya,” papar Hasan Basri.
Dengan difungsikannya kampus Koto Baru, gairah pendidikan di Solok kembali bangkit, perekonomian masyarakat sekitar pun hidup.
Bahkan jika Dinas Pariwisata mau bekerja sama, Medan Nan Bapaneh yang terdapat di komplek kampus bisa difungsikan sebagai pang gung untuk berbagai acara kesenian, sanggar seni sastra dan teater.
Sebagaimana sewaktu zaman Orde Baru, Koto Baru selalu ramai dengan berbagai acara hiburan bertajuk wisata dan budaya. Namun semenjak era reformasi, semuanya hilang, suasana pun vakum.
Posisi kampus UMMY termasuk strategis, terletak di jalur lintas Sumatra, sehingga berpotensi sebagai jalur wisata dari berbagai penjuru.
Terkatung-katung
Di sela acara peninjauan kampus, Rektor UMMY John Hendri kepada wartawan menegaskan, pihaknya belum bisa memastikan rencana mewisuda ulang alumnus UMMY Koto Baru terdahulu. Kecuali bila ada izin dari Kopertis Wilayah X, atau persetujuan, rekomendasi dari pihak berwenang.
Pada acara wisuda tahun akademik tahun 2008 di Koto Baru, pasca masih bergulirnya konflik internal di tubuh UMMY, Wakil Bupati Desra
Ediwan menegaskan pihak nya akan bertanggung-jawab bila di kemudian hari ijazah para wisudawan/i dikomplain pihak lain. Alumnus mengharapkan yayasan, Rektorat UMMY sekarang, maupun Pemkab Solok mencarikan solusi untuk menyelamatkan nasib mereka. (404)

Prof.Dr.Elfi Sahlan Ben, Apt Rektor UMMY Solok


Dua hari setelah dilantik menjadi Rektor Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Solok, Elfi Sahlan Ben menyatakan komitmennya untuk mengembalikan nama besar UMMY Solok sebagai salah satu perguruan tinggi di Sumatera Barat.

Elfi Sahlan Ben yang juga merupakan Mantan Wakil Bupati Kabupaten Solok tersebut dilantik menjadi Rektor UMMY Solok oleh Ketua Yayasan Mahaputra Muhammad Yamin, Saidani di Aula Kampus UMMY Solok, Selasa (7/12/2010) menggantikan

Rektor sebelumnya, Syahro Ali Akbar, yang telah mengundurkan diri dari jabatannya.

Dengan dilantiknya Elfi Sahlan Ben sebagai Rektor UMMY Solok membawa angin segar bagi kemajuan universitas terkemuka di kota dan kabupaten Solok. Pasalnya sebelum ini universitas tersebut sempat terguncang pasca terjadinya dualisme kepemimpinan di tubuh UMMY Solok.

“Saatnya kita menatap masa depan, dengan melupakan perpecahan dan pertentangan yang terjadi. UMMY merupakan milik kita semua. Makanya bersama kita majukan UMMY Solok untuk kemajuan anak kemenakan kita,” kata Elfi Sahlan Ben, Rabu (8/12/2010).

Elfi Sahlan menjelaskan dirinya mau menjadi Rektor UMMY Solok akibat kecintaannya kepada kampung halaman. Karena itu ia berkomitmen siap menjadikan UMMY Solok sebagai universitas terbesar, tidak hanya di Kota dan Kabupaten Solok. Namun dia bertekad UMMY Solok akan menjadi universitas disegani di Sumatera Barat.

Untuk itu Elfi Sahlan mengajak berbagai elemen masyarakat untuk membangun UMMY Soloj secara tulus dan ikhlas, dengan tidak menyeret UMMY Solok kepada persoalan pribadi, kelompok dan politik. (*)

Tuesday, December 7, 2010

UMMY Solok Tanam 97 Ribu Pohon

Mahasiswa Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Solok bersama elemen masyarakat lainnya akan menanam 97 ribu pohon penghijauan di Kota Solok. Penanaman tersebut dilakukan dengan bekerjasama dengan Dinas Pertanian, Peternakan dan Perlindungan Hutan (Dispernakhut) Kota Solok. Penanaman secara besar-besaran mulai pagi ini tersebut juga dimaksudkan untuk menyukseskan program nasional "Indonesia Menanam 2010". Penanaman pohon penghijauan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas udara Kota Solok.

Humas UMMY Solok Fauzi Rusli menyatakan penanaman oleh mahasiswa UMMY dan elemen masyarakat lainnya tersebut sebagai kepedulian insan kampus terhadap masyarakat. Fauzi mengharapkan di samping menanam, seluruh elemen masyarakat juga diharapkan bisa menjaga seluruh pohon pelindung tersebut. Karena masyarakat sendiri yang akan menikmati sejuknya udara di masa mendatang tersebut.

Sunday, September 6, 2009

Kemajuan UMMY Solok Luar Biasa

Assalamu'alaikum

sekedar informasi saja, bahwa kita para alumni Universitas Mahaputra Muhammad Yamin perlu bangga atas prospek penerimaan mahasiswa baru tahun ini..

kemaren telah dilakukan tes gelombang pertama yang jumlah peserta tesnya sudah mencapai lebih dari 800 orang, belum gelombang kedua yang Insya Allah akan dilakukan dalam waktu dekat..

kita para alumni perlu bangga karena, dulu biasanya berapa saja yang mendaftar selalu diterima, jadi tes hanya sebatas formalitas saja, tapi tahun ini kayaknya tidak, kenapa...???

karena tahun ini UMMY hanya mampu menerima 800 orang saja, coba bayangkan jika gelombang pertama saja yg mendaftar telah lebih 800 orang, maka berapa lagi akan tes pada gelombang kedua, jadi kampus kita telah mulai melakukan seleksi yg mulai agak ketat..

ini semua tentu juga adalah ikut pengaruh para alumni UMMY yang telah sukses didunia kerjanya masing2 dan terdengar oleh semua pihak seperti baru2 ini alumni Hukum telah dilantik menjadi Sekda Kota Solok ( sebuah tingkatan pegawai yang paling tinggi tentunya).. ada yang menjadi Wakil Bupati, ada juga yang menjadi Anggota DPRD dan sebagainya..

semoga kedepan tentu kita semua ikut bangga jika almamater kita ini semakin maju dan dapat bersaing dengan PTS lain di Sumatera, khususnya Sumatera Barat, Amin..

demikian sedikit informasi tentang almamater kita ini, mari kita suarakan terus citra baik almamater kita ini, karena tanpa peran para alumni, almamater kita ini tentu tidak bisa full maju seperti yang kita idam2kan.

wassalam.
Sumber :
Untuk membalas pesan ini, ikuti tautan di bawah ini:
http://www.facebook.com/n/?inbox/readmessage.php&t=1158569778414&mid=10d4fb3G51ffda31Gc9a353G0

Friday, February 13, 2009

The History of Valentine's Day

Every February, across the country, candy, flowers, and gifts are exchanged between loved ones, all in the name of St. Valentine. But who is this mysterious saint and why do we celebrate this holiday? The history of Valentine's Day — and its patron saint — is shrouded in mystery. But we do know that February has long been a month of romance. St. Valentine's Day, as we know it today, contains vestiges of both Christian and ancient Roman tradition. So, who was Saint Valentine and how did he become associated with this ancient rite? Today, the Catholic Church recognizes at least three different saints named Valentine or Valentinus, all of whom were martyred.

One legend contends that Valentine was a priest who served during the third century in Rome. When Emperor Claudius II decided that single men made better soldiers than those with wives and families, he outlawed marriage for young men — his crop of potential soldiers. Valentine, realizing the injustice of the decree, defied Claudius and continued to perform marriages for young lovers in secret. When Valentine's actions were discovered, Claudius ordered that he be put to death.

Other stories suggest that Valentine may have been killed for attempting to help Christians escape harsh Roman prisons where they were often beaten and tortured.

According to one legend, Valentine actually sent the first 'valentine' greeting himself. While in prison, it is believed that Valentine fell in love with a young girl — who may have been his jailor's daughter — who visited him during his confinement. Before his death, it is alleged that he wrote her a letter, which he signed 'From your Valentine,' an expression that is still in use today. Although the truth behind the Valentine legends is murky, the stories certainly emphasize his appeal as a sympathetic, heroic, and, most importantly, romantic figure. It's no surprise that by the Middle Ages, Valentine was one of the most popular saints in England and France.

While some believe that Valentine's Day is celebrated in the middle of February to commemorate the anniversary of Valentine's death or burial — which probably occurred around 270 A.D — others claim that the Christian church may have decided to celebrate Valentine's feast day in the middle of February in an effort to 'christianize' celebrations of the pagan Lupercalia festival. In ancient Rome, February was the official beginning of spring and was considered a time for purification. Houses were ritually cleansed by sweeping them out and then sprinkling salt and a type of wheat called spelt throughout their interiors. Lupercalia, which began at the ides of February, February 15, was a fertility festival dedicated to Faunus, the Roman god of agriculture, as well as to the Roman founders Romulus and Remus.

To begin the festival, members of the Luperci, an order of Roman priests, would gather at the sacred cave where the infants Romulus and Remus, the founders of Rome, were believed to have been cared for by a she-wolf or lupa. The priests would then sacrifice a goat, for fertility, and a dog, for purification.

The boys then sliced the goat's hide into strips, dipped them in the sacrificial blood and took to the streets, gently slapping both women and fields of crops with the goathide strips. Far from being fearful, Roman women welcomed being touched with the hides because it was believed the strips would make them more fertile in the coming year. Later in the day, according to legend, all the young women in the city would place their names in a big urn. The city's bachelors would then each choose a name out of the urn and become paired for the year with his chosen woman. These matches often ended in marriage. Pope Gelasius declared February 14 St. Valentine's Day around 498 A.D. The Roman 'lottery' system for romantic pairing was deemed un-Christian and outlawed. Later, during the Middle Ages, it was commonly believed in France and England that February 14 was the beginning of birds' mating season, which added to the idea that the middle of February — Valentine's Day — should be a day for romance. The oldest known valentine still in existence today was a poem written by Charles, Duke of Orleans to his wife while he was imprisoned in the Tower of London following his capture at the Battle of Agincourt. The greeting, which was written in 1415, is part of the manuscript collection of the British Library in London, England. Several years later, it is believed that King Henry V hired a writer named John Lydgate to compose a valentine note to Catherine of Valois.

In Great Britain, Valentine's Day began to be popularly celebrated around the seventeenth century. By the middle of the eighteenth century, it was common for friends and lovers in all social classes to exchange small tokens of affection or handwritten notes. By the end of the century, printed cards began to replace written letters due to improvements in printing technology. Ready-made cards were an easy way for people to express their emotions in a time when direct expression of one's feelings was discouraged. Cheaper postage rates also contributed to an increase in the popularity of sending Valentine's Day greetings. Americans probably began exchanging hand-made valentines in the early 1700s. In the 1840s, Esther A. Howland began to sell the first mass-produced valentines in America.

According to the Greeting Card Association, an estimated one billion valentine cards are sent each year, making Valentine's Day the second largest card-sending holiday of the year. (An estimated 2.6 billion cards are sent for Christmas.)

Approximately 85 percent of all valentines are purchased by women. In addition to the United States, Valentine's Day is celebrated in Canada, Mexico, the United Kingdom, France, and Australia.

Valentine greetings were popular as far back as the Middle Ages (written Valentine's didn't begin to appear until after 1400), and the oldest known Valentine card is on display at the British Museum. The first commercial Valentine's Day greeting cards produced in the U.S. were created in the 1840s by Esther A. Howland. Howland, known as the Mother of the Valentine, made elaborate creations with real lace, ribbons and colorful pictures known as "scrap".

Learn English Easy and Fun With Video

Lintas Berita - Dimana berita berita terbaik melintas

Liputan6 : RSS2 Feed

detiknews - detiknews

Article of the Day